Personal branding adalah proses memasarkan diri melalui suatu citra yang diinginkan yang dibentuk untuk publik. Sedangkan pengertian Employee’s Personal Branding adalah personal branding yang dimiliki oleh karyawan sebuah perusahaan.

Salah satu materi yang diberikan di Mizan Academy adalah mengenai Employee’s Personal Branding. Saya sebagai peserta kelas diminta untuk membaca artikel yang diberikan mengenai Employee Personal Branding dan kemudian diminta untuk membuat tanggapan dari materi yang diberikan.

Employee’s Personal Branding memiliki manfaat bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri. Berikut adalah sedikit catatan saya:

PERSONAL BRANDING

Saya setuju dengan pernyataan bahwa personal branding adalah sesuatu yang sudah ada sejak sangat lama, dan masih sangat baru dan segar di saat ini, berhubungan dengan munculnya media sosial beberapa tahun belakangan ini.

Menurut saya personal branding sangat dekat dengan pengertian positioning dalam lingkup perseorangan. Yaitu bagaimana saya berbeda dengan orang lain, misalnya. Contoh selanjutnya adalah bagaimana orang tau mengenai diri kita. Personal branding juga sangat dengan pula dengan istilah pencitraan 🙂

Sebagai contoh adalah Steve Jobs. Kita mengenal Steve Jobs adalah tokoh yang revolusioner, sukses, dan juga cerdas. Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa Steve Jobs adalah seperti itu? Salah satunya adalah karena personal branding dari diri Steve Jobs. Kisah, tulisan, dan rekaman tentang Steve Jobs menggambarkan bahwa ia telah berhasil berjuang semasa kecil hingga dewasa dengan perjuangan, dan identik dengan produk dari merk Apple hingga saat ini yang memiliki predikat brand paling mahal seluruh dunia.

Personal branding juga merupakan bagian dari kebebasan berekspresi tiap orang. Bagaimana seseorang mengekspresikan dirinya di media sosial tentang dirinya, kesibukannya, lingkungannya, dll.

EMPLOYEE’S PERSONAL BRANDING

Menurut saya, personal branding karyawan suatu perusahaan memiliki nilai yang penting bagi perusahaan itu sendiri. Bagaimana bisa personal branding karyawan mempengaruhi perusahaan? Sebagai contoh coba kita lihat contoh lain; Mark Zurkberg dengan Facebook, Elon Musk dengan Tesla, Jack Ma dengan Alibaba, Nadiem Makarim dengan Gojek, Ahmad Zaki dengan Bukalapak.

Suatu perusahaan yang sukses membutuhkan success story untuk diangkat dan disampaikan ke publik, salah satunya adalah kesuksesan personal di balik perusahaan tersebut, dan itu adalah personal branding.

Sebenarnya di era sekarang tidak sulit menemukan orang yang dengan mudah membagikan ceritanya, menggambarkan dirinya kepada publik. Karyawanpun akan dengan senang hati menceritakan perusahaan apabila ia memiliki rasa bangga dan senang kepada perusahaannya.

Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa karyawan harus mendapatkan simpati dan respek dari perusahaannya. Selain itu juga perusahaan perlu menumbuhkan rasa bangga terhadap karyawannya dan juga memberikan kenyamanan dan lain sebagainya. Di era saat ini di mana orang bisa dengan mudah melakukan personal branding (di media sosial) itu menjadi suatu yang harus segera karena mencerminkan bagaimana perusahaan tersebut bekerja, bagaimana perusahaan tersebut memperlakukan karyawannya.

Personal branding mungkin tidak berhubungan langsung dengan sales. Tapi personal branding berhubungan langsung dengan positioning perusahaan.

Contoh yang saya alami sendiri adalah ada teman saya, sebut saja Wati. Wati bekerja di sebuah startup ecommerce terkenal di tanah air. Kantor tempatnya bekerja di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Sebagai generasi millenial, Wati sangat sering posting kesehariannya di kantor ke media sosial tentang pekerjaannya yang tidak membosankan, tentang aktivitas kantor selain kerja yang bikin karyawan fun, dan juga promo menarik yang berjalan di toko online tempat ia bekerja. Dari sana Wati seolah tergambarkan sebagai eksekutif muda yang bekerja dengan perusahaan yang muda, kreatif, fun, gak boring, kekinian, dan menarik.

Apa efeknya? Banyak tenaga generasi millenial berkompeten yang berlomba lomba melamar kerja di perusahaan tersebut. Promo-promo menarik, diskon, dan program penjualannya yang seru sehingga banyak anak muda menjadi konsumen ecommerce tersebut (tentu saja yang melakukan itu bukan hanya Wati seorang)

Ada juga teman saya yang lain, sebut saja namanya Dian. Dian bekerja di perusahaan perkantoran biasa. Di media sosialnya Dian sering posting kesehariannya di kantor yang membosankan, tidak ada aktivitas lain selain kerja, dan juga perusahaan yang terkesan tidak respek kepada karyawannya. Dari sana tergambarkan Dian sebagai orang yang bekerja pada perusahaan yang monoton, boring, gak seru, dan jadul. Sehingga ketika perusahaan tersebut membuka lowongan, jarang anak muda yang memasukkan lamaran pekerjaannya.

Itu hanyalah salah satu efek dari personal branding karyawan terhadap perusahaan. Masih ada banyak efek-efek lainnya yang bisa kita temui.


Materi ini adalah bagian dari materi Mizan Academy 2018. Kelas yang diadakan selama setahun oleh Mizan Group dalam rangka upgrading dan kaderisasi.