VUCA World adalah istilah yang diciptakan oleh Warren Bennis dan Burt Nanus, dua orang pakar ilmu bisnis dan kepemimpinan dari Amerika yang menggambarkan dunia termasuk dunia bisnis saat ini yang  bersifat Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complex (kompleks), dan Ambigue (tidak jelas).

Materi awal yang diberikan di Mizan Academy salah satunya adalah Being Leader in a VUA World oleh Pambudi Sunarsihanto, direktur SDM Blue Bird Group. Pambudi juga sudah menulis beberapa buku, salah satunya buku yang berjudul Lead Differently: Menjadi Leader dengan Cara yang Berbeda.

Berikut adalah sedikit catatan saya dari materi tersebut:

Apa itu VUCA?

VUCA adalah akronim dari sebuah keadaan termasuk keadaan dalam dunia bisnis; Volatulity, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Cukup menggambarkan dunia kita belakangan ini yang mana cukup rumit, rapuh, tidak pasti, dan membingungkan.

How to be a leader in VUCA (Volatility, Uncertainly, Complexity, Ambigous) is with VUCA (Visionary leader, Unleash potential, Change, Agility). Bagaimana menjadi pemimpin di era VUCA (rapuh, tidak pasti, rumit, dan rancu) adalah dengan VUCA (pemimpin yang visioner, luncurkan potensi diri tersembunyi, menjadi agen perubahan, terus tingkatkan kemampuan mempelajari hal baru). Berikut adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pemimpin saat ini.

Change Management

Change management (manajemen perubahan) adalah bagaimana seorang pemimpin melakukan perubahan perubahan pada dirinya sendiri, lalu pada orang sekitarnya, dan kemudian pada lingkaran yang lebih luas untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Biasanya di awal orang akan meningkat motivasinya terhadap sesuatu di awal, kemudian turun drastis. Pada saat turun drastis tersebutlah yang menentukan, kita mau berubah atau tidak, jika kita tidak segera melakukan tindakan perubahan berarti kita akan terus menurun. Tetapi jika kita mampu mengatasi kendala tersebut berarti kita sudah siap menjadi lebih baik dan mendapatkan hasil yang lebih baik pula. Selain itu yang menjadi kunci saat melakukan perubahan antara lain konsistensi terhadap sesuatu yang ingin kita capai dan bagaimana kita mencapai hal tersebut.

 

Stage of Human Reactions Going Through Transition

Keseimbangan IQ, EQ, AQ, SMQ/SQ

Menjaga keseimbangan diri dalam IQ (inteligent question), EQ (emotional question), AQ (adversity qestion), dan juga SMQ/SQ (stress management question, spiritual question). Menjaga keseimbangan diri adalah hal penting bagi seorang pemimpin karena memimpin diri sendiri adalah kemampuan paling mendasar bagi seorang pemimpin sebelum ia memimpin timnya lalu memimpin bisnisnya.

Rasa Tidak Puas

Selain itu juga kita perlu memelihara rasa tidak puas agar diri kita terus memiliki keinginan untuk berubah dan memperbaiki diri secara terus menerus dan berkelanjutan. Jika seorang pemimpin tidak memiliki sifat tersebut, berarti ia menjadi kurang termotivasi untuk terus melakukan perbaikan/improvement.

Selebihnya, saya mengingat tiap orang adalah berbeda, itu juga berarti semua orang sangat mungkin dihadapi dengan cara yang berbeda.

Itu juga terjadi bagaimana menjadi pemimpin di lingkungan yang berbeda. Tiap tahap bisnis memiliki kebutuhan pemimpinnya sendiri. Pada tahap permulaan dibutuhkan pemimpin dengan gaya the entrepreneur, pada tahap prrtumbuhan besar dibutuhkan pemimpin dengan gaya executor, pada tahap maturity dibutuhkan pemimpin dengan gaya the controller, pada tahap decline dibutuhkan pemimpin dengan gaya energizer, begitupun pada tahap rebirth dibutuhkan pemimpin dengan gaya the entrepreneur dan begitu pun selanjutnya.

Different Leadership Style in Different Time

Are you ready to be a part of change?

—–

Materi ini adalah bagian dari materi Mizan Academy 2018. Kelas yang diadakan selama setahun oleh Mizan Group dalam rangka upgrading dan kaderisasi.