Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad..

Ya Rasulullah, betapa aku malu terhadapmu. Engkau begitu mencintaiku, sementara aku kerap melupakanmu.

Ya Rasulullah, betapa aku berdosa padamu. Engkau begitu baik terhadap kami ummatmu, semantara kami kerap lupa bersolawat untukmu.

Ya Rasulullah, betapa lalainya aku terhadapmu. Engkau begitu lemah lembut bahkan kepada yang memusuhimu, sementara kami begitu keras kepala bahkan kepada yang mengasihi kami.

Ya Rasulullah, maafkanlah kami..

Betapa kami masih belum mampu mencontohmu seutuhnya.
Betapa kami belum mampu meneladani kebaikanmu seluruhnya.
Betapa kami bodoh tidak melakukan kebaikan sekalipun itu hal kecil.
Betapa kami egois karena selalu memikirkan duniawi, bahkan dalam shalat dan doa sekalipun.
Betapa konyolnya kami melakukan hasrat nafsu pribadi dengan alasan tugas menjadi khalifah di bumi.

Ya Rasulullah, ya Muhammad.
Maafkanlah aku. Aku rindu padamu.
Terima kasih telah mengasihiku.

Ya Rasulullah ya Muhammad.
Maafkanlah kami. Kami rindu akan sosokmu.
Terima kasih telah mengasihi kami.

Ya Rasulullah, ya Muhammad.
Ya Nabi kami, ya Rasul kami.
Engkau pasti bisa melihat kerinduan kami.
Maafkanlah segala kebodohan, kelalaian, kesembronoan, dan keangkuhan kami ummatmu ini.
Betapa aku malu padamu.

Aku mencintaimu dalam diamku, ya Muhammad.

Aku mencintaimu dalam keheninganku, ya Muhammad.

Aku mencintaimu dalam damai, ya Muhammad.

Aku mencintaimu dalam cita-cita akhlakku..

Ya Rasulullah, ya Muhammad…

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad. #MaulidNabi

Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad, waala ali sayyidina Muhammad.
Kamasalayta ala sayyidina Ibrahim, waala ali sayyidina Ibrahim.
Wabarrik ala sayyidina Muhammad, waala ali sayyidina Muhammad
Kamabarakta ala sayyidina Ibrahim, waala ali sayyidina Ibrahim.

Depok, 3 Januari 2015